🌚 rmdzn.

Ternyata, Adblock Memblokir Tulisan Advertorial

Saya bukanlah penggemar adblock [1] (AdBlock, AdBlock Plus, uBlock, maupun uBlock Origin). Saya biasa menggunakan Privacy Badger dari EFF untuk menghalau tracker-tracker yang berseliweran di dunia maya di peramban Firefox.

Namun, sejak saya beralih ke Pale Moon, saya juga beralih ke uBlock Origin mengingat addons Privacy Badger memang tidak mendukung Pale Moon.

Menggunakan uBlock Origin, saya jadi tahu, ternyata keluarga adblock sangat “kejam”, selain memblokir iklan-iklan banner yang muncul di post, sidebar, dll, mereka juga memblokir tulisan yang berada di kategori Advertorial. Sisi “kejam” lain, adblock juga akan memblokir tulisan Adertorial di laman administrator (wp-admin kalau di Wordpress).

Ada dua sifat pemblokiran. AdBlock, uBlock, dan uBlock Origin, hanya memblokir tulisan Advertorial, yang berarti hanya judul dan konten post yang diblokir mereka. Lihat di bawah ini:

Halaman advertorial yang terblokir

Sedangkan AdBlock Plus akan memblokir seluruh isi laman Advertorial tersebut. Halaman pun jadi kosong total. Lihat bawah ini:

Halaman advertorial lain yang terblokir Tulisan advertorial yang diblokir AdBlock Plus (Taufik Mulyana)

Apa yang dilakukan adblock?

Untuk memblokir konten Advertorial, adblock mendeteksi kata “advertorial” pada URL. Oleh sebab itu, segala tulisan blog yang berada di dalam contoh.com/ini/itu/terserah/deh/advertorial akan terblokir.

Bagaimana cara mengatasi pemblokiran Advertorial?

Sebenarnya mudah, kamu hanya cukup membuat kategori dengan nama “Advertorial” lalu buat slug (URL) nya dengan nama selain “advertorial”, misalnya bermain typo “advertoria” atau dengan kata lain; “iklan”, “tulisan-bersponsor”, dll.

Dari tadi ngomongin Advertorial melulu, sebenarnya apa sih “advertorial” itu?

Disebutkan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia, advertorial adalah iklan yang berupa berita (bukan gambar atau poster). Arti yang sudah cukup mendeskripsikan maksud dari “advertorial” ini.

Jangan salah, “advertorial” ini ada peraturannya lho .. Peraturan penggunaan “advertorial” sebagai pembeda dari tulisan-tulisan berita termaktub di Peraturan Dewan Pers Nomor1/Peraturan-DB/III/2012 tentang Pemberitaan Media Siber.[2]

Lihat peraturan 6 tentang Iklan. Disebutkan:

  1. Media siber wajib membedakan dengan tegas antara produk berita dan iklan.
  2. Setiap berita/artikel/isi yang merupakan iklan dan atau isi berbayar wajib mencantumkan keterangan “advertorial”, “iklan”, “ads”, “sponsored”, atau kata lain yang menjelaskan bahwa berita/artikel/isi tersebut adalah iklan.

1. Tolong bedakan adblock dengan AdBlock :)

2. http://dewanpers.or.id/assets/media/file/kebijakan/667072_peraturan%20Dewan%20Pers%20tentang%20pedoman%20pemberitaan%20media%20siber_final.pdf

#Cuap