Going Ohara III: Data, Tata Kota, Rumah Sakit, dan Bajak Laut

Going Ohara III sudah dilaksanakan. Kemarin Kamis, 16 April 2026. Empat topik sangat menarik, tapi ada dua yang favorit bagi saya–yang saya sebut dua pertama ini.

Ismail Sunni di Going Ohara III

Ismail Sunni, software engineer, membawakan One Piece of Data: Memaknai One Piece Lewat Angka. Ia membangun situs web onepieceofdata.com dengan salah satu sumbernya laman fandom One Piece.

Menarik memang! Dengan gaya slengekan, Ismail menjelaskan grafik-grafik terkait keaktifan Oda dan hiatusnya. Bagaimana sensei sesemangat itu menggambar banyak chapter kala muda kemudian karena semakin sibuk dan karena faktor kesehatan frekuensinya menurun.

Dari data tersebut terangkum juga bahwa golongan darah F didominasi oleh orang-orang penting. Bisa jadi, kejadian spektakuler lainnya akan diakibatkan oleh pemilik darah F.

Dan juga, funfact, 65% karakter dalam One Piece hanya muncul sekali saja.

Apakah Ismail mampu memprediksi waktu tamat One Piece?

Bisa. Tapi, tentu tidak bisa dipastikan. Berdasarkan pola waktu terjadinya arc dan saga1, mungkin One Piece akan tamat sekitar dua saga lagi atau sekitar 200-an chapter lagi.

Sila telusuri data angka dan grafik di onepieceofdata.com.

Viradhea Laksawana di Going Ohara III

Mahasiswa Magister Urban Studies UI, Viradhea Laksawana membawakan topik Resiliensi Kota Pesisir dalam One Piece: Studi Pengelolaan Urban di Water Seven. Seperti judulnya, ia membahas tata kelola kota yang dilakukan oleh Iceberg.

Water Seven memang unik. Ia memiliki infrastruktur yang mempertimbangkan efek dari bencana serupa hidrometeorologi2. Aqua laguna contohnya.

Meskipun masih ada kesenjangan sosial3 , rumah-rumah di lapisan paling bawah ini tetap aman. Walau rumah tenggelam, air tidak masuk merusak isi rumah.

dr. Jodii di Going Ohara III

Jodii Arlan Kurnia, seorang dokter dari Banyuwangi yang sekarang bekerja di RSU Abdhi Famili Banyuwangi dan menempuh pendidikan S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Brawijaya menyampaikan tema Visualisasi Prinsip-Prinsip Dr. Hiriluk Dalam Perancangan Rumah Sakit Humanistik Modern.

Dokter Hiriluk membawa nilai-nilai kemanusiaan yang besar sekali. Dr. Jodii memberikan gambaran RS jika dibangun dengan nilai-nilai Hiriluk. Bagaimana RS dibangun dengan taman di tengah, susunan ruang yang menghormati pasien, serta susunan tempat duduk dalam ruang konsultasi yang setara antar pasien dan dokter.

Dr. Jodii menyebut gaya lama (gaya tradisional yang selama ini diterapkan) sebagai gaya Wapol dan gaya humanistik sebagai gaya Hiriluk.

Devananta Rafiq di Going Ohara III

Topik terakhir sebenarnya sangat oke. Berjudul One Piece, Pencerahan, dan Pemberontakan: Narasi Bajak Laut dari Libertalia, Raftel, dan Khatmandu yang dibawakan oleh Mahasiswa Filsafat, Devananta Rafiq.

Sebagai orang yang tertarik dengan sejarah, poin yang disampaikan Rafiq mengarah ke sana. Saya yang belum pernah mengikuti narasi dan sejarah bajak laut, merasa informasi yang disampaikan cukup segar. Termasuk kenyataan bahwa Libertalia atau Libertaria yang cenderung sebagai legenda, bukan fakta.

Menarik, tapi butuh fokus besar untuk memahami ini, sayangnya saya terganggu dengan dua orang ngobrol cerewet minta ampun yang berdiri tepat di depan saya.

Going Ohara memang layak dijadikan sebagai acara tahunan. Membaca manga, menonton anime, ternyata tidak sesantai itu, pun tidak seserius itu. Seru.

Jadi, semoga bisa bertemu dengan Going Ohara lagi tahun depan!


  1. satu saga terdiri dari dua atau lebih arc ↩︎

  2. One Piece tidak berada di dunia riil, sehingga saya yakin tidak ada perubahan iklim ↩︎

  3. dengan adanya lapisan kota paling bawah yang tetap terkena aqua laguna, tempat keluarga Franky berada ↩︎