Mengenal Cinta dari Cetak Biru Cinta
Tidak banyak buku cinta-cintaan yang saya baca. Buku nonfiksi maksud saya. Bukan karena apa-apa, sih, tapi karena memang tidak terlalu tertarik dengan buku bedah romansa. Kecuali jika ia membahas sisi psikologi, yang terbukti sains, bukan hanya sains semu.

Seperti satu ini. Cetak Biru Cinta: Keluarga, Pengabaian, dan Relasi Romantis Idaman karya seorang psikolog klinis, Zahwa Islami. Saya masih ingat ketika Zahwa menuliskan twit tentang dorongan untuk mengemas tesis magisternya ke dalam bentuk buku agar bisa dibaca lebih banyak orang, yang kemudian terbitlah ia di bawah penerbit Akhirpekan.
Seperti subjudulnya; Keluarga, Pengabaian, dan Relasi Romantis Idaman, "cetak biru" menggambarkan secara harfiah cetak biru terbentuknya cinta yang secara garis besar berhubungan dengan pengabaian di masa lalu. Terutama pengabaian di lingkup keluarga.
"Banyak orang yang bergegas menemukan pasangan, menikah, dan berpindah rumah untuk bisa hidup jauh dari orang tuanya. Sejauh apa pun kamu berlari, cetak biru tetap abadi dalam diri." (hal. 5) Ya, banyak hal yang memengaruhi cinta.
Contoh-contoh kasus di buku ini tidak hanya berupa awang-awang, tapi kasus yang memang ditemukan oleh penulis; teman mau pun partisipan penelitian. Seperti kisah Anita yang lama menjomlo lalu berani mencoba membuka hati lagi (hal. 22). Saat ditanya mengapa berubah pikiran, Anita mengaku bahwa dahulu takut ditinggal. Ia lebih memilih untuk merasa kesepian daripada merasakan keindahan lalu sakit hati karena ditinggal. Ini bukan contoh sekenanya, di halaman berikutnya, Zahwa menjelaskan tentang avoidant attachment.
Cetak Biru Cinta membagi topik dalam lima bagian:
- Lika-liku Mengenal Cinta
- Mengetuk Pintu Luka
- Kejutan Istimewa
- Ini Perjalanan Berdua
- Duduk Sejenak
Jika kamu perhatikan, lima judul topik merupakan urutan bahasan dari sebelum membuka hati hingga mendapatkan pasangan, berupa teori dan contoh-contoh. Penjelasan masing-masing topik tak menggurui, pun enak dibaca dan dimengerti.
Saya tidak menyebutnya buku teoritis, ia justru buku praktis. Terdapat tabel-tabel yang dapat diisi untuk menilai kepribadian atau sikap kita. Seperti pada halaman 19, tabel untuk membantu kita mengenai kelekatan (attachment) yang dimiliki dan halaman 143 berupa tabel esai untuk mengisahkan masa kecil dengan sudut pandang sekarang berikut harapan cinta yang diperolehnya.
Cetak Biru Cinta membawa kita mengenal cinta dengan lebih serius, bukan menye-menye. Bacaan yang saya rekomendasikan untuk kamu kamu sekalian. Iyaa, kamuuu 👉👈
Judul: Cetak Biru Cinta: Keluarga, Pengabaian, dan Relasi Romantis Idaman
Penulis: Zahwa Islami
Penerbit: Akhirpekan
Tebal: xII+419 halaman
Tahun terbit: 2024