Hidup Mesin Telusur!
Pada masanya saya mengeksplorasi banyak mesin telusur (search engine) alternatif. Kemudian mulai meninggalkan Google sepuluh tahun lebih, beralih ke Duckduckgo, Qwant, dan Startpage – masing-masing dipakai secara berurutan dalam waktu yang cukup lama sebagai mesin telusur default.
Ia keputusan yang tidak pernah saya sesali. Sebagai orang yang belum bisa sepenuhnya meninggalkan platform pelanggar privasi … ehem Google … belajar membiasakan diri dengan alternatif lain ternyata menyenangkan.
Beberapa bulan yang lalu, saya mencoba mesin telusur Kagi. Menjajal percobaan gratisnya dahulu lalu membayar langganan 5USD/bulan dalam dua bulan. Sangat menarik dan memuaskan! Kata kunci selalu berhasil menampilkan hasil telusuran yang sangat relevan. Selain itu, ia memiliki fitur kustomisasi untuk mengatur prioritas domain yang muncul dan memblokir domain yang dirasa jelek. Saya belum menggunakan keduanya, selama dua bulan saya masih menggunakan Kagi dengan pengaturan bawaan.
Kagi menawarkan paket Starter 5USD/bulan untuk 300 pencarian setiap bulannya. Bagi seorang yang sering menelusuri berita dan tutorial, ia sangatlah kurang. Tentu kita dapat meningkatkan paket ke Unlimited 10USD/bulan untuk pencarian tak terbatas. Namun, bagi saya, satu minus pada Kagi: fitur AI. Fitur yang sama sekali tidak saya gunakan (akan saya sampaikan nanti). Dan seharusnya, paket Kagi bisa lebih murah jika tak menyertakannya.
Demi menghemat isi dompet dan melayakkan uang yang keluar dengan fitur yang dirasakan, saya akhirnya berhenti memakai Kagi lalu memasang SearXNG di VPS sendiri. SearXNG merupakan mesin telusur meta (metasearch engine), artinya ia mengumpulkan hasil telusuran dari ratusan mesin telusur lain (termasuk Google, Duckduckgo, Qwant, Brave, dll).
SearXNG asyik. Jika diulik lebih, ia sebetulnya dapat meniru perilaku Kagi–memprioritaskan domain dan memblokir domain. Sayangnya penyesuaian hanya dapat dilakukan di level server dengan mengatur berkas konfigurasi, bukan di level pengguna. Pun, ternyata SearXNG cukup lemot diakses di VPS dengan CPU 1 core dan memori 1 GB.
Itu tak begitu masalah, hingga ketika Om Poes mengenalkan saya pada 4get. 4get merupakan mesin telusur proksi (proxy search engine). Begini gampangnya: SearXNG menampilkan hasil telusur campur-campur dari banyak mesin telusur lainnya (dengan dominasi mesin telusur tertentu) sedangkan 4get menampilkan hasil dari satu mesin telusur saja. Secara bawaan, 4get menampilkan hasil dari Duckduckgo, tapi kita dapat memilih hasil telusuran dari Google, Brave, Yandex, Mojeek, dll.

["rmdzn" di 4get]
Tanpa AI
Sebut saja saya konservatif.
Sampai saat ini saya menolak menggunakan AI generatif. Bahkan, sesederhana memakai chatbot AI untuk mencari informasi atau meringkas konten yang dibaca. Banyak hal etis yang dapat dibahas, banyak dampak lingkungan yang dapat dibicarakan dan didebatkan, yang pasti saya masih memilih untuk mencari hal atau referensi secara manual lewat mesin telusur.
Repot? Iya. Lama? Iya juga, tergantung. Namun, ini cara saya untuk lebih pelan di tengah kultur keburu-buruan, mencegah ketergantungan dan brainrot, serta menghargai konten (tulisan, gambar, video) yang memang murni diciptakan oleh manusia.