Hati-hati dengan ulasan ini. Jangan meneruskan membaca jika kamu ingin sekali membaca buku PHI. Sebentar. Dari kamu, saya alihkan tatapan ke buku dahulu. PHI. Buku yang selesai saya baca beberapa
Ini sudah Agustus, ya. Sungguh, tahun 2020 berlalu sangat cepat. Bulan ini seharusnya kita sedang menikmati keramaian; anak-anak kecil berlarian dengan sendok dan kelereng di mulut. Berlarian sambil
Saya memiliki teman sekaligus sepupu perempuan. Panggil saja V. Bertetangga, teman main sejak jadi bocah kecil (bocil), teman TK, dan teman serta kompetitor juara kelas 2 & 3 masa SD. Zaman
Seacak-acaknya suasana, membaca buku adalah salah satu cara untuk melampiaskan fokus pada hal lainnya. Kini giliran judul ketiga dari Supernova yang mulai saya santap beberapa waktu lalu--Petir. Beda
Hari itu hari Kamis. Pagi menuju siang, 25 Juli 2019. Suasana hati sangat kusut. Pikiran terburai walau sedang dikelilingi oleh kubah beton dengan pintu kayu kuat. Di dalam sana, pikiran-pikiran
"Lur, teman perempuanku banyak. Ada yang janda, ada juga yang masih gadis." "Aku kenal artis-artis cantik. Banyak. Ada si anu, anu, dan anu." "Aku juga biasa menghentak Ahok dan biasa diejek dengan
Sampai pertengahan tahun kembar pertama era milenia, lumayan banyak hal yang saya perkenalkan kepada diri sendiri. Yang bikin pikiran kencang sampai yang bikin kendor. Cerocosan saya pada hal-hal
Demi mengayakan mata dan pikiran, kali ini saya membaca buku Out of The Lunch Box, kumpulan esai Iqbal Aji Daryono. Esai-esai yang dituliskan di sini bukanlah esai yang murni ditulis untuk buku
Ada satu waktu atau paling tidak selama seminggu, saya tidak memiliki ide apa-apa untuk ditulis. Padahal ada banyak coretan di buku saya yang mungkin saja bisa dijabarkan lebih. Namun mau bagaimana
Kalau diingat-ingat, satu sampai dua bulan lalu, sebagian masyarakat terbagi menjadi dua kutub. Yang berpikir kritis serta menjalankan saran dari dokter dan ahli serta yang masa bodoh dan tak