Pernah pada suatu masa, saya mengikuti organisasi kerohanian Islam di sekolah. Organisasi serius pertama yang saya selami. "Serius" dalam arti struktur organisasi paripurna, kepemimpinan juga jelas
Belum banyak buku improvisasi diri yang saya baca selama ini. Selain karena terlalu pilih-pilih--memilih topik yang benar-benar dibutuhkan--membaca buku dengan genre tersebut sama saja menabung janji
Hidup itu rumit, bagi yang mampu melihat kerumitannya. Sebaliknya, hidup itu mudah, bagi yang mampu melihat kemudahannya. Namun, hidup tak sehitamputih itu, ada abu-abu di tengahnya yang secara pasti
Setiap orang ada masanya. Setiap masa ada orangnya. Keduanya pun ada tempatnya sendiri. Ini tidak selalu tentang perpolitikan, kekuasaan, hal besar serupa negara, mau pun penemuan bersejarah, tapi
Tahun 2023 adalah tahun saya membaca banyak novel fiksi sejarah. Bagi saya, ia menjadi pencapaian tersendiri. Menjadi kepuasan tersendiri. Melengkapi pencapaian tersebut, saya menemukan novel
Beberapa bulan lalu, saya membaca twit tumpahan-teh. Salah satu wartawan senior, yang pernah dipecat karena telah melakukan kekerasan seksual (KS) justru masih aman berpindah-pindah kantor. Bahkan,
Pernikahan adalah hal yang kompleks, "sakral". Bukan hal remeh atau sekadar fase kehidupan yang kudu dilalui. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Banyak hal yang perlu dipelajari. Menikah adalah
Pernah tidak, sih, menemukan bacaan pengetahuan yang populer sebagai "terlalu hafalan" tapi disampaikan dengan gaya lebih santai? Saya menemukan itu. Sebetulnya, sering berseliweran di lini masa. Di
Saya sudah bilang kemarin, Laut Bercerita ternyata adalah pembuka keinginan untuk membaca karya Leila Salikha Chudori lainnya. Pulang menjadi pilihan berikutnya. Di antara tumpukan buku-buku di toko
Membaca adalah kesendirian. Sejak dahulu saya berpikir seperti itu. Kamu masuk ke rumah, membuka buku, lalu membacanya berlarut-larut. Diam. Sepi. Begitu lama. Situasi yang bisa dibayangkan dan