Mulai satu bulan terakhir, grup WhatsApp (GWA) Karang Taruna di kampung saya sibuk membahas perkembangan korona. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan pasien yang terus bertambah khususnya di
Awas, ada bocoran (spoiler). Beberapa pekan lalu, saya beruntung banget, pas sedang pengin-penginnya baca buku karya Amanatia Junda, toko buku daring yang ada di Yogyakarta menawarkan paket buku
Saya beri cerita lagi. Masih seputar korona. Semoga tidak bosan, ya! Kalau dapat mencintai seseorang, sekarang. Akan saya lakukan segera. Cinta adalah energi positif. Mampu mengeluarkan endorfin.
Jumat, 20 Maret 2020 pukul 09.56, pasien COVID-19 Indonesia "bertahan" di angka 308 orang dengan total sembuh 15 orang dan total pasien meninggal 25 orang. Ini mungkin masih akan meningkat sore nanti
Awal tahun yang sibuk dan menegangkan. Virus corona dari Wuhan atau yang mulai disebut dengan nama resmi COVID-19 menghantui seluruh dunia. Bikin tegang. Waspada. Was-was. Imunitas warga Indonesia
Aku masih belum percaya, tidak lama lagi kesenanganku mungkin terenggut oleh tanggung jawab lebih untuk mencinta. Namun itu masalah gampang, aku masih tetap dapat melakukannya meski kadang sepintas
Halo hola! Setelah menyelingi diri dengan bacaan lain, saya kembali membaca serial Supernova. Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh (KPBJ) telah lunas, sekarang giliran Akar. Ada harapan besar terhadap
Katanya, musik mempengaruhi seseorang. Gabungan dari not-not yang membentuk nada itu dapat menjadi penyerap dan penyalur emosi dan sering menjadi sarana mengingat maupun melupakan. Pada satu titik,
Perempuan bukan hanya sebuah cerita dan tulisan. Menghormatinya bukan hanya dengan cara membaca karyanya. Kata Dea Anugrah, perempuan bukan sekadar konsep. Setiap orang adalah pribadi, bukan setumpuk
BOG BOG!! Suara Pita memukul tembok kamar mandi. BOG! Lagi. Kapan kamu berhenti? Kala menangis, lumayan lega. Sedikit saja. Kamu kenapa tanya-tanya? Memang peduli? Untuk menulis kisahmu. Membantumu