Yang ke Lima Puluh

Ada yang spesial di hari Kamis, 29 Mei, kemarin. Sebuah pencapaian baru: saya berhasil melakukan donor darah yang ke-50!

Dalam catatan "nonresmi", saya sebetulnya sudah melakukan donor darah yang ke-52. Tetapi, karena catatan jumlah donor darah tidak terintegrasi antar satu wilayah PMI dengan wilayah lain, saya baru dianggap melakukannya lima puluh kali.

Begini, saya biasa melakukan donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Yogyakarta. Berdasarkan hitungan, saya sudah melakukan lima puluh kali donor darah di UDD secara langsung atau di acara khusus yang diselenggarakan oleh PMI Kota Yogyakarta. Faktanya, saya sebetulnya juga pernah mengikuti donor darah di acara khusus yang diadakan PMI Sleman sejumlah dua kali; di RS Hermina dan di Waroeng Steak & Shake Affandi (dulu Gejayan), yang tidak terdaftar dalam catatan itu.

Saya sebenarnya tak cukup peduli dengan berapa kali menderma darah, tapi ketika ia memberi kesadaran lebih terhadap kesehatan diri sendiri, ini menjadi pencapaian besar. Kalau kamu mengikuti blog ini dan masih ingat, sekitar empat tahun lalu, untuk pertama kalinya jumlah donor darah yang saya lakukan melebihi jumlah usia saya saat itu.

Pengalaman saya mendonasikan darah dapat dibaca dalam tiga bagian:

  1. Tersedot 30 Kali
  2. Datang dan Memulai
  3. Penuh Cerita

Pencatatan

Saya mencatat semuanya. Iya, semuanya, kecuali hasil pemeriksaan darah (yang tidak mungkin saya ketahui). Saya mencatat dalam aplikasi Notesnook di ponsel; tanggal dan lokasi donor darah, berat badan, jumlah HB, dan hasil tensi. Ia membantu saya melacak kapan dan mengapa donor darah gagal, mengapa HB saat itu terlalu kecil, dan mengapa tensi meninggi.

skrinsot catatan riwayat donor darah secara manual

(Jumlah 51 (seharusnya 52) dalam catatan riwayat ini menunjukkan saya yang melewatkan satu tanggal donor darah)

Ketika donor darah gagal karena HB tidak mencapai 12,5, saya menyadari bahwa saya terlalu nekat melakukan donor darah padahal beberapa hari sebelumnya sempat lembur dan sedang jarang makan sayur. Ketika tensi tinggi, saya menyadari beberapa waktu memang sedang banyak pikiran dan kecapaian.

Sebagai informasi, PMI memiliki aplikasi mobile bernama Donorku, aplikasi yang juga saya pakai. Ia dapat digunakan sebagai kartu digital, skrining kesehatan sebelum donor darah1, melihat riwayat donor, dan melacak waktu donor darah selanjutnya. Hasil kesehatan yang kamu lakukan tidak dicantumkan di sini, ia sekadar menyatakan hasil lab pemeriksaan darahmu baik.

Tangkapan layar potongan aplikasi dengan keterangan: Donor Kembali pada 28 Mei 2025 dan tanda hijau bertuliskan "donor sekarang". Baris di bawah menunjukkan tulisan Jumlah Donasi 49 kali

(cuplikan tangkapan layar dari aplikasi Donorku, pemberitahuan tentang tanggal donor selanjutnya dan jumlah donor)

Harapan

Ada tiga ukuran kantong darah, 350 cc, 450 cc, dan 500 cc. Setahu saya 350 cc lah yang dipakai PMI. Jadi, selama 10 tahun lebih ini, PMI sudah menyedot darah saya sebanyak 17.500 cc atau 17,5 liter atau hampir setara 1 galon Aqua, yang semoga sudah membantu banyak orang. Ia teregenerasi di dalam badan saya secara otomatis. Lebih cepat saat saya meminum penambah darah.

Selalu berharap badan ini sehat. Sisi fisik. Sisi pikiran. Ia merupakan salah satu aktivitas yang memberikan makna hidup. Selain menjadi ajang untuk menyehatkan diri juga menjadi tempat untuk saling membantu sesama.

Selalu berharap, hingga tua nanti, saya masih bisa dan sanggup melakukan donor darah.

Amin. Banyak-banyak.

ruangan dengan kursi-kursi kosong

(suasana sepi di ruang tunggu PMI)

lengan dengan suntikan di bagian lengan, darah keluar dari suntikan dan selang

(tangan saya saat ditusuk dengan jarum)

💬 Komentar


  1. tapi ini tergantung PMI-nya. Di PMI Kota Yogyakarta, skrining kesehatan berupa pertanyaan-pertanyaan masih dilakukan di atas kertas fisik. ↩︎