Jangan Netral, Berpihaklah!
Belum lama ini seorang mutual fediverse menulis utas tentang krisis kemanusiaan. Dalam peringatan konten (content warning) bertopik geopolitik, ia menyebutkan perang atau pun konflik antar negara selalu mengorbankan banyak orang sipil tidak bersalah. Mengorbankan nyawa yang begitu banyak. Perang Ukraina-Russia, konflik Papua, perang Gaza, dan konflik yang sedang berlangsung lainnya.
Utas ditutup dengan kesimpulan bahwa ia tidak peduli siapa yang benar, siapa yang salah, dan akhir yang dimau. Yang diinginkan hanyalah deeskalasi, gencatan senjata total, perundingan perdamaian, dan pembangunan ulang serta rekonsiliasi.
Sebentar. Sebentar.
Perang Gaza?
"Perang", "Gaza", bahkan "konflik" ada dalam satu kalimat?
Oke, sebentar.
Saya ingin memastikan keberpihakannya dalam isu ini. Dengan kesimpulan seperti itu apakah dirinya berada di sisi netral? Agak mengambang, ia membalas:
"Jika saya mengambil sisi netral, secara pribadi saya juga memiliki bias, khususnya terhadap serangan orang Israel dan pemerintahnya yang memperburuk konflik. Jika kita memperdebatkan siapa yang benar dan salah, akan menjadi debat kusir, sementara itu korban sipil terus berjatuhan dan perang/konflik tetap berlangsung."
Lanjutnya ...
"Masing-masing pihak memiliki tujuan sendiri. Yang satu ingin mengeliminasi Gaza, satunya ingin mengeliminasi Israel, keduanya akan mengorbankan lebih banyak manusia, dan saya juga menganggapnya tidak bagus."
Baik. Di situ ternyata tidak ada kata lain selain netral.
Satu hal yang sangat menganggu saya — bukan sekadar pet peeve:
- menganggap Palestina dan Israel adalah perang atau konflik
- kenetralan
Saya tidak ingin menjadi brengsek di sini dengan cara bermain kata, menjadi merasa lebih benar, atau apa saja yang dianggap tidak berkontribusi pada kemanusiaan. Begini, konflik atau perang adalah situasi ketika setidaknya angkatan bersenjata mereka saling melawan. Ada keseimbangan kekuatan. Yang ada di Palestina saat ini justru pejuang kemerdekaan. Yang tidak memiliki pertahanan canggih. Bahkan, tidak memiliki armada jet untuk membombardir balik.
Yang terjadi bukanlah perang atau konflik melainkan pembantaian.
Sikap netral justru menjadikanmu berpihak kepada yang kuat dan jahat — Israel.
Saya tidak membantah krisis kemanusiaan yang sedang dibahas. Betul sekali. Perang, konflik, kekerasan yang terjadi justru semakin memperbanyak korban warga sipil. Detik tulisan ini saya buat, bantuan dari luar dicegat tak dapat menyentuh warga Gaza, ketika berhasil menyentuh, tentara Israel malah menembaki mereka. Detik ini juga, kapal Handala — kapal baru Freedom Flotilla yang membawa aktivis dan bantuan kemanusiaan — sedang menuju Gaza. Sinyal di sekitar sempat diganggu. Pesawat nirawak berkeliling mengawasi.
[Foto oleh TIMO]
Keberpihakan yang jelas, yang selalu digaungkan, diharapkan mampu menekan pemerintah-pemerintah dunia untuk menghentikan aksi Israel dan menyelamatkan warga Gaza (dan Palestina pada umumnya). Meskipun sulit dan stresful, ia sangat patut dilakukan. Kapan pun. Di mana pun.
Jangan netral!
Jelas berpihaklah!
From the river to the sea, Palestine will be free!